Rabu, 20 Juli 2016
Cerita tentang RAPAK
Yang wajib hadir adalah kedua calon mempelai, wali nikah, dan penghulu. Pak modin sih waktu itu ikutan juga, beliau sebagai penyambung antara kami dan pihak KUA. Selama rapak, yang disampaikan oleh penghulu adalah seputar pernikahan, kewajiban suami dan istri, serta segudang tips berumah tangga. Ada juga sih latihan ijab qabul untuk calon mempelai pria, tetapi karena kemarin suami sudah pernah latihan ketika mengurus nikah di kantornya, sama penghulu diskip aja bagian ini. Udah clear chit chat perihal pernikahan, penghulu bakalan ngeliatin berkas isinya tentang data calon mempelai, wali nikah, mas kawin, dan lain-lain. Jadi pas rapak, harus udah tahu mas kawinnya nanti bakal apa, karena nantinya akan diketik di kertas tersebut dan diketik di buku nikah (cie....), dan nanti bakalan disuruh tanda tangan di kertas tersebut.
Oiya, jadi kemarin setelah pak modin selesai ngedaftarin nikah di KUA, bakal dikasih slip pembayaran oleh bank yang ditunjuk. Dibayarkan ke bank yang ditunjuk oleh KUA tersebut, kalau aku kemarin di BRI. Jadi kalau ijab qabul dilaksanakan di KUA pada hari kerja adalah tanpa dipungut biaya. Jika ijab qabul dilaksanakan di rumah pada jam kerja atau hari libur, baru deh dikasih slip pembayaran tersebut. Bayarnya sejumlah Rp 600.000,- via bank yang ditunjuk.
Rapak kemarin sempet bikin deg-degan sih. Karena yang dilakukan di KUA sama penghulu langsung. Tapi akhirnya enjoy kok. Selain sedikit penyuluhan itu juga dilakukan croscek data. Enggak seseram yang kami bayangkan saat itu kok. Selamat rapak.
Alur Mengurus Administrasi Pernikahan
1. Ke Rumah Pak RT Setempat (sesuai alamat KTP calon mempelai)
Ceritanya ke rumah Pak RT itu meminta surat keterangan bahwa kamu benar-benar warga RT tersebut dan sedang akan mengurus administrasi pernikahan. Surat pengantar gitulah. Setelah ditanda tangani Pak RT atau yang ditunjuk RT buat ttd serta ada stempel RT, surat sakti tersebut dibawa ke kelurahan setempat. Kalau di daerahku bisa langsung menghubungi yang biasa disebut 'Pak Modin'. beliau ini yang biasanya ngurusin begituan.
2. Ke Kelurahan Setempat
Berkas-berkas yang harus disiapkan ini nih:
1) Surat pengantar dari RT setempat;
2) FC KK;
3) FC KTP calon mempelai;
4) FC KTP orang tua (ayah dan ibu) atau wali;
5) FC Ijazah terakhir;
6) Pas photo calon mempelai 2*3, 3*4, 4*6;
7) Pas Photo 3*4 orang tua atau wali;
8) FC surat nikah orang tua;
9) Surat keterangan sehat serta kartu tanda suntik TT dari Puskesmas setempat;
10) FC akta kelahiran calon mempelai.
Jumlahnya maaf ya aku lupa, namun selain itu setiap pak modin (atau setiap kelurahan ya) itu beda soal jumlah ini. Siapin 5-10 lembar fotocopy-annya.
Jumlah foto juga berapa ya, yang agak banyak nanti ukuran 3*4 dan 2*3. Buat background foto, jadi sebelum foto mesti dikonfirmasi ke pak modinnya dulu. Kalau sesuai tahun lahir tahun genap background biru dan tahun ganjil background merah. Aku lahir tahun ganjil, tetapi aturan dari tempat kerja suami harus background biru, dan pak modin dulu bilang buat nikah biru jadi ya aku siapin semua aja deh daripada ntar ribet soal foto.
Nah itu berkas-berkas yang harus disiapin sama calon mempelai wanita, dan yang harus disiapin calon mempelai laki-laki yang nantinya akan diserahkan kepada pak modin dari pihak wanita antara lain:
1) FC Akte kelahiran calon mempelai pria;
2) Pas photo 3*4 dan 2*3;
3) Rekomendasi KUA dimana calon mempelai pria tinggal (sesuai KTP);
4) Surat N1, N2, N4 (tanpa N3 karena N3 dibuat oleh pihak calon mempelai perempuan);
5) Berkas-berkas lain jika calon mempelai pria adalah Anggota TNI/Polri.
Dari berkas-berkas di atas nanti akan jadilah surat N1, N2, N3, dan N4.
N1 :
Surat Keterangan Untuk Nikah. Isinya adalah selembar kertas yang bertuliskan data calon mempelai termasuk status saat itu, Jika pria, apakah jejaka, duda, atau beristri, atau beristri dan berapa istrinya. Jika wanita, apakah perawan atau janda. Dan isian nama suami/istri terdahulu jika ada.
N2 :
Surat Keterangan Asal-Usul. Surat ini menerangkan bahwa calon mempelai adalah benar anak dari pasangan bapak ini dan ibu ini, beserta data yang bersangkutan.
N3 :
Surat Persetujuan Mempelai, Surat ini dibuat oleh pihak wanita. Isinya tentang data calon suami dan calon istri, yang menerangkan bahwa keduanya setuju melakukan pernikahan dan dengan tanpa paksaan. Surat ini ditandatangani kedua calon mempelai.
N4 :
Surat Keterangan Tentang Orang Tua. Surat ini adalah kebalikan dari N2. Jadi isinya adalah data-data orang tua (ayah dan ibu calon mempelai) adalah benar ayah kandung dan ibu kandung dari calon mempelai. Semua surat N1, N2, dan N4 ditandatangani oleh Lurah/Kades setempat.
Dan seluruh berkas awal dan surat N1, N2, N3, dan N4 nanti bakal jadi bekal buat jalan ke KUA. Yang ngurusin tetep Pak Modin, jadi jangan lupa buat minta no HP Pak Modin biar tahu perkembangan selanjutnya.
Nah nanti pak modin bakalan ngedaftarin berkas nikah ke KUA setempat. Paling lambat ngedaftarinnya adalah sebulan sebelum akad nikah. Jika semua berkas sudah lolos (maksudnya lolos adalah memenuhi persyaratan adminitrasi) akan ada sebuah penyuluhan kecil di KUA. Penyuluhan ini dinamakan 'rapak', denger-denger sih rapak diadakan karena angka perceraian meningkat. Cerita soal rapak next post ya. See you.
Selasa, 19 Januari 2016
Serba-serbi Undangan
Untuk acara resepsi pernikahan atau walimahan atau walimatul ursy, undangan merupakan salah satu hal wajib yang harus ada. Kenapa harus ada karena undangan adalah bentuk pemberitahuan resmi dari yang punya hajat, dalam hal ini orang tua mempelai, ingin berbagi kebahagiaan kepada teman, kerabat, dan beberapa yang dianggap penting dan perlu untuk diundang. Mungin urusan undangan ini sepele, namun tetap harus diperhatikan, terutama soal lama pengerjaan. Hal tersebut akan terkait dengan masalah distribusi. Yakin deh, enggak akan kelar sehari doang urusan distribusi ini. Karena kita juga masih harus ngurusin printhilan lainnya.
Well, sejak beberapa bulan lalu saya sengaja hunting vendor percetakan undangan di Ponorogo. Saya juga blogwalking di dunia maya perkara undangan. Sekarang yang lagi booming adalah undangan model Shabi Cic atau yang banyak bunga-bunga dengan warna-warna pastel atau kalem, tanpa foto prewedding. Eh, bisa juga sih model shabi cic dikasih foto, tergantung bagaimana settingannya. Mau nyari inspirasi model undangan, di instagram buanyak. Kebanyakan home base nya di daerah Jogja. Tapi saya belum tertarik buat pesan undangan secara online. Bukan karena apa-apa sih, ya karena tidak berminat saja kecuali sedikit mengambil inspirasi dari sana. Hehe.
1. Vendor Percetakan
Selain browshing, saya juga tanya-tanya ke teman yang sudah nikah. Masalah percetakan ini relatif. Saya enggak bisa ngejudge percetakan A bagus, B kurang, C jelek. Sekalli lagi, ini relatif. Selain nanya ke teman, saya juga baca di undangan yang ada di rumah. Biasanya akan tertera dimana memesan undangan tersebut.
Di Ponorogo, vendor berikut yang sempat saya datengi sebelum memutuskan Fresco:
a. Eva Print. Jalan Lawu Ponorogo.
b. Harry Print. Jalan Jaksa Agung Ponorogo (barat Telaga Intan).
c. Fresco. Jalan Pramuka Ponorogo (belakang Putra Sala Group).
Tidak banyak memang yang saya kunjungi. Namun selain itu saya tetap tahu ada vendor lainnya. Saya nanya perihal pemesanan tentunya. Akhirnya dengan tidak banyak pertimbangan, akhirnya memilih Fresco.
2. Memilih Jenis Undangan
Jenis undangan di sini saya maksudkan adalah hardcover dan softcover. Kasarannya undangan yang hard itu tebal, soft itu tidak tebal, hehe. Setelah rapat keluarga, kami sepakat memilih soft cover. Alasannya selain karena akan lebih murah harganya, ya karena akan disesuaikan dengan kebutuhan. Karena bagi kami esensi dari undangan adalah pemberitahuan resmi. Soft cover dengan pemilihan kertas, laminasi, desain, dan ukuran yang tepat akan sangat tidak mengurangi dari esensi dan subjek dari yang punya hajat. Kesannya yang hard memang mewah, mungkin bagi sebagian kalangan akan dianggap sebagai prestise dari yang punya hajat. Kembali kepada pribadi masing-masing untuk memilih hard cover dan soft cover. Bijaklah dalam menentukan hal sesederhana ini 😃.
3. Desain Undangan
Jika sudah memilih jenis antara soft cover atau hard cover, kemudian desain. Jika menginginkan foto prewed ditaruh di undangan, jangan lupa foto dulu sebelum pesan. Hehe. Bisa juga sih belum foto tapi udah pesan, tapi atur aja waktunya biar pas ndesain dan naik cetak udah beneran dipasang dan diatur tuh foto. Di percetakan nanti bakal ada jutaan contoh undangan, bisa dijadiin referensi.
1) Tentukan warna tema
Di nikahan saya warna tema adalah biru. Di undangan juga gak akan beda jauh. Biru. Menentukan warna juga akan mempermudah desainernya buat ndesain undangan sesuai permintaan.
2) Foto Prewedding
Menurutku lebih baik ngasih fotonya sejumlah yang mau dipasang aja. Biar masnya enggak bingung. Foto yang unik akan menambah artistik undangan. Banyaknya foto prewed nanti bisa jadi mempengaruhi bagaimana bentuk undangan.
3) Desain Lain
Bisa disesuaikan dengan kepengenan dan jangan lupa konsultasikan ke masnya.
4) Wording Invitation
"Hawa dijadikan dari pada tulang rusuk Adam, bukan dari pada kepala untuk dijadikan atasnya, bukan dari pada kaki untuk menjadi alasnya, melainkan dari sisinya untuk dijadikan teman hidupnya, dekat dengan lengannya untuk dilindungi dan dekat dihati untuk dicintai". Selain surat Ar Rum 21, saya juga pengen ini ada di undangan. Kenapa? Agar senantiasa ingat sama asal kita, bagi yang ingat. Hehe
4. Deal Harga
Obrolin sama ownernya ya. Gunakan yang seminim mungkin untuk hasil yang maksimal. Hehe
5. Keep Contact sama Vendor
Pada dua minggu setelah pesan atau sesuai kesepakatan, jangan lupa kontak vendor ini buat nanyain gimana desainnya. Enggak harus datang, via smart phone juga bisa. Ini akan mempermudah karena kita bisa tahu desainnya, bisa usul ini itu, bisa merevisi jika ada redaksi yang salah. Setelah desain clear dan enggak bakal ada revisi lagi, vendor akan ngasih satu undangan yang dicetak sebagai sample. Nanti undangan yang jadi akan kurang lebih seperti itu bentuknya. Hehe
Udah kepanjangan cuap-cuap soal undangan. Maaf ya belum ngasih foto undangan di sini.
January on Progress (1)
Selamat datang 2016. Lama sekali enggak posting soal progress persiapan kami setelah prewedding akhir November tahun lalu. Sehari setelah prewedding, kami memang sudah menerima file editing. Cepet kan. Maaf enggak bisa kami share di sini fotonya. Kenapa? Karena akan lebih baik begitu. Bisa dicek di instagramnya Ariessphoto ya. 😃
Bulan-bulan Desember kemarin masih terbilang sangat slow tentang persiapan pernikahan kami. Entah antara saya dan mas cami, begitu juga dengan orang tua dan beberapa vendor. Sellow banget deh pokoknya. Yang saya ingat, mas cami ulang tahun Desember kemarin 🎉🎊. Selain itu juga ngeberesin beli kain yang belum selesai. Oiya, sambil sedikit mengumpulkan berkas untuk persiapan nikah kantor di batalyon.
January on Progress:
1. Undangan
Sejak awal kami berencana bulan Januari memesan undangan. Masih agak lama memang, namun harus segera dihandle karena harus sudah jadi minimal H-30. Setelah hunting beberapa vendor percetakan di Ponorogo yang relevan, saya dan mama memilih Fresco di Jalan Pramuka, tepatnya belakangnya Putra Sala Group. Jadi akhir Desember kemarin saya dan mama menuju Fresco. Sekalian bawa foto buat yang dipasang di undangan. Setelah ngobrol banyak sama Mas Andy, ownernya Fresco, soal desain, model, bahan kertas, dan harga tentunya, saya ngisi form yang isinya adalah tentang redaksi undangan. Soal harga bergantung sama banyaknya pesanan, jenis dan berat kertas. Sekarang lagi proses naik cetak. Untuk sample undangannya, diprintkan satu sama Mas Andy.
Di Fresco, harga sudah termasuk plastik pembungkus undangan, desain (beberapa kali kami revisi foto 😂), dan kartu souvenir. Kartu souvenir ini bisa milih salah satu. Maksudnya kartu yang ditaruh di souvenir, yang ada tulisan 'Terima kasih atas kehadiran dan doa restunya', atau kartu souvenir untuk nukerin souvenir. Tapi kalau pesan souvenir sekalian di Fresco, bisa dapet dua-duanya sebagai bonus undangan.
Desain undangan saya maunya simple dan ada unsur biru. Dan desain yang dikirimkan emang beneran simple elegan lucu dan lux. Sukaaaa. Terima kasih Fresco.
Fresco:
Jln. Pramuka 02 Ponorogo. WA: +6285856091234. Email: frescolabs@gmail.com
...to be continued
Rabu, 02 Desember 2015
Serba-serbi Prewedding
Alhamdulillah wasyukurillah satu step terlaksana dengan lancar. Satu step sesi pemotretan yang sempat bikin deg-degan. Prewedding. Yup, foto prewedding jaman sekarang seolah menjadi suatu kewajiban. Seolah loh ya, bukan menjadi kewajiban , catet! Jadi setelah pusing menentukan jadwal antara mas cami dan mas fotografer, akhirnya weekend akhir November kemarin menjadi agenda foto. Memang kami merencanakan foto pada bulan November, harinya harus Sabtu atau Minggu. Harus, karena mas cami enggak bisa kalau weekday. Lalu setelah ngobrol sama pihak foto, didapatlah pertengahan November. Ada satu hari jadwal kosong mas fotografer. Namun, dari kesatuan mas cami di saat yang sama ada pergantian atribut seragam, jadi enggak bisa. Yasudah, diundur lagi. Minggu depannya, sama-sama enggak bisa karena mas cami harus berangkat ke Morotai dan mas fotografer juga ada job. Dan dua minggu kemudian, bisa enggak bisa mas cami pokoknya harus bisa. Sempat dagdigdug juga ya, karena saat itu Babby O, alias motor CB-nya mas cami sedang ditouch up ulang di bengkel. Dagdigdug bisa jadi tepat waktu enggak ya. Alhamdulillah bisa.
Foto prewed kami ya seperti pada umumnya lah ya, outdoor dan indoor. Selesai foto sempat tanya, bisa terima file editing kapan? Mas Aris, si fotografer (iya kami menggunakan jasa Ariessphoto) menjawab enggak ada seminggu jadi. Oke baiklah. Enggak lama kan ya, lalu shock campur seneng karena keesokan harinya dikabari sudah jadi. Makasih yaa. Makasih banget. Dan seperti bride to be lainnya, yang ingin masang foto di DP bbm, saya juga gitu, hehe. Bukan bermaksud show off, namun lebih kepada bagaimana menghimpun doa restu untuk kami dari teman-teman. Selain banyak yang komen soal foto, banyak yang tanya kapan hari H, banyak pula yang tanya seputar prewedd. Diulas sedikit deh di sini.
1. Tema Prewedding
Tema itu penting. Dia menjadi sense of photo menurutku. Kalau bisa sih tema itu yang kamu banget atau malah bukan kamu banget. Bisa ambil tema casual sport, tema piknik, pesta kebun, tema di sekolah dan lain-lain. Urusan tema juga harus dikonsultasikan sama fotografer karena dia yang lebih tahu bagaimana angle foto sesuai tema, jadi akan mempermudah ketika sesi ppemotretan. Sedikit banyak fotografer juga akan ngasih saran kok. Sekedar foto berdua, nyenderin kepala di pundak pasangan itu sudah dari jaman dahulu ada. Dan wajib ada sepertinya (efek terlalu sering hunting pose prewed di Instagram 😂).
Tema yang dipilih akan menentukan tempat, kostum, properti, make up, bahkan waktu pemotretan. So, harus dipikirin matang-matang demi hasil yang maksimal.
Dari awal kami merencanakan prewed, mas cami maunya prewed sama motor CB klasiknya. Otomatis temanya adalah Casual Outdoor ada motor CB. Hal pertama yang saya lakukan adalah, hunting foto di IG tentang prewed, terutama yang pakai properti motor, bahkan mobil dan kendaraan berat lainnya. Foto yang menarik hati, saya capture, lalu saya masukkan ke dalam satu folder 'Ins Prewed' di HP, biar gampang aja nyarinya.
Tema kedua adalah Beautifully Indoor. Kenapa saya nyebutnya demikian, karena yang indoor itu kesannya harus anggun, so harus beautifull. Hehe. Apalah ini.
Urusan tema fix, selanjutnya yang dipikirkan adalah...
2. Lokasi Prewedding
Setelah fix tema, lokasi foto akan jadi bahan pertimbangan selanjutnya. Sebenarnya saya punya banyak sekali stock tempat yang cocok. Mulai dari Monumen Jend. Soedirman di Nawangan Pacitan, lalu JLS Pacitan sebelum Pantai Soge dan Kawasan Tumpak Ces, lalu ada di kawasan hutan jati Sampung, jalanan hutan jati di Kec. Jenangan, area gantole Waduk Gajah Mungkur, lapangan bataliyon Kodim, dan masih banyak lagi. Namun itu masih dalam bentuk angan-angan. Perlu banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. Dari segi waktu, kami memilih yang paling efektif dan efisien, enggak lama dan enggak capai di perjalanan. Setelah berangan-angan sama mas cami dan ngobrol sama pihak Mas Aris, ada dua alternatif, lap. Kodim sama kawasan persawahan di daerah Lembah. Akhirnya untuk casual outdoor classic-nya kami foto di kawasan persawahan di daerah Lembah. Dan untuk beautifully indoor kami enggak muluk-muluk, foto di studio AriessPhoto adalah pilihan terbaik.
3. Kostum dan Make Up
Kostum berkaitan juga dong sama tema dan tempat. Untuk casual outdoornya kami pilih memakai kemeja putih dan bawahan hitam. Kesannya memang agak resmi ya, namun tetap elegan casual kok. Kami enggak mau pakai kaos tapi juga gak mau keliatan formal banget, jadi ya dipilihlah itu tadi. Untuk beautifully indoor sudah dipastikan mas cami memang menggunakan PDL dan PDU. Saya sempat bingung mau pakai kostum apa, memakai kebaya sudah terlalu mainstream, memakai bridal enggak disetujui sama mas cami, alhasil saya galau tingkat dewa. Di tengah kegalauan saya, tiba-tiba IG saya difollow sama akun jualan kain embos dan batik. Iseng-iseng saya follback. Dan ternyata jodoh kostum saya ada di sana. Setelah berhasil COD-an sama sistanya, kain embos dan batik saya jahitkan model kebaya kartini, dan hasilnya adalah kostum saya di beautifully indoor. Alhamdulillah. Kenapa saya memilih embos, batik, dan kebaya kartini? Pertama karena saya suka batik dan kebetulan saya belum punya kain embos. Kedua saya merasa cantik kalau memakai kebaya kartini, hahaha....enggak kok, maksudnya ya memang embos dan batik cocok buat kebaya kartini. Saya suka dan sesuai dengan tema foto, dan satu lagi, esok hari juga bisa dipake ke kondangan kan. Hehe.
Make up nya saya emang enggak suka yang menor. Make up saya serahin ke sahabat saya, mamacih Ane ayangnya mas Aris 😚😚😚.
Buat make up, tergantung tema dan kostum ya gaes. Bisa make up sendiri, bisa make up dari salon, bisa juga make up dari Aris. Its up to you.
4. Properti
Properti ini kondisional dan optional ya. Sesuain sama tema. Casual outdoor classic saya menggunakan motor CB. Lalu beberapa hari sebelum foto, saya kepikiran pake papan tulis yang ada tulisannya. Awalnya mikir ini bakal alay, tapi setelah bilang sama mas cami yang jawabannya adalah 'terserah, iya enggak papa pake aja' (😪) nanya ke pihak Ariessphoto. Sayangnya Aris belum punya properti itu, mau bikin juga tidak sempat. Alternatif pertama adalah nyari pinjaman, baru alternatif kedua beli. Alhamdulillah alternatif pertamalah akhirnya, setelah pinjam sana sini dan akhirnya dapat. Hehe. Rencananya mau ditulisin Save the Date atau Get Married lah yang paling umum. Eh mas cami usul tulisannya 'arep rabi'. Lucu. Unik. Dan pada akhirnya kami ngelembur bersihin papan dan bikin tulisan, malam sebelum pemotretan.
Beautifully indoor kami di studio Aris. Disana ada beberapa properti yang bisa digunain untuk mempercantik foto.
5. Waktu Pemotretan
Untuk beautifully indoor karena ini di dalam studio, bisa kapan aja ya. Tergantung kesepakatan sama fotografer. Kalau untuk outdoor karena di luar, bergantung sama cuaca, usahain foto pas cahaya lagi bagus-bagusnya. Enggak twrlalu gelap dan enggak terlalu panas. Bisa emang diedit, namun akan lebih lama dalam proses editing. Ya, intinya soal waktu jangan lupa dikonsultasikan juga.
6. Memilih Vendor
Seharusnya sih ini jadi yang pertama, namun saya letakkan di bawah karena memang perlu namun saya yang sudah sejak dulu jatuh cinta sama jepretannya Aris, jadi enggak perlu memilih vendor. Ini murni bukan karena kami kenal, dan bukan pula karena saya dibayar untuk mempromosikannya, tapi kembali pada pribadi kita mau makai mana. Di Ponorogo sendiri banyak sekali vendor jasa foto prewed dengan berbagai penawaran. Saya memang enggak hunting, tapi nanya-nanya sedikit dan kepo dari IG. Tapi itu untuk sekedar cukup tahu dan nyari inspirasi. Itu aja.
Jadi bijaklah dalam memilih vendor, semua pasti ada plus minusnya. Karena memilih vendor ini sama halnya memilih jodoh. Harus dapat chemistry dan sense of soul. Eeaa.
7. Budget
Ini penting dan krusial. Ini akan menentukan berapa tema dan segala printhilan yang akan digunakan. Banyak vendor yang menyediakan berbagai paket prewedding. Pilihlah sesuai kemauan dan kemampuan. Karena kami menggunakan Ariessphoto, sekedar gambaran ya, kami mengambil dua tema plus cetak di pigura 16R enggak ada sejeti.
Ada beberapa teman yang nanya, 'prewedmu habis berapa juta?' Saya jawab segitu, pada enggak percaya. Ada juga yang bilang itu harga teman, hello kalau masih enggak percaya, hubungin Ariessphoto sendiri deh buat minta price list-nya. Dan kalau masih penasaran kenapa dibikin model gitu, nanya sendiri aja deh kenapa dibikin gitu. Saya mah ogah aja menjelaskan. Hehe..piss bro.
8. Waktu Pengerjaan Editing
Saran saya, kalau merencanakan foto prewed ditaruh di undangan, segera prewed deh. Karena foto itu bakal diedit dulu sebelum diserahin ke percetakan. Di percetakan pun juga akan ada antri cetak dan revisi. Belum nanti distribusi undangan yang mana kan ada aja tuh undangan dari luar kota.
Jadi kamu berhak tahu berapa lama waktu pengerjaan editing dari vendor yang dipilih. Pengalaman dari teman yang beberapa bulan lalu menikah, editing foto prewednya lama banget. Alhasil berpengaruh sama proses cetak dan distribusi undangan. Enggak mau kan kejadian kayak gitu, jadi harus tahu berapa lama diedit, lalu akan mengikuti proses selanjutnya. Di Ariessphoto biasanya sih enggak ada seminggu. Pengalaman acara lamaran kemarin yang belum ada seminggu udah jadi, saya positif thinking aja pasti cepat. Eh ternyata, keesokan harinya, iya...24 jam dari kami foto sesi kedua, dikabari sudah jadi. Waow. Alhamdulillah. So, be smart ya gaes. Keprofesionalan hal sekecil ini harus diperhatikan juga.
Mm..itu dulu deh serba serbi prewedding saya. Panjang ya? Maaf deh. Hehe. Foto-fotonya next post yaah. 😘😘
Selasa, 24 November 2015
November in Progress
Sudah hampir akhir November. Alhamdulillah selalu ada progres yang signifikan. Sudah lama tak posting segala persiapan pernikahan ini, malah kebanyakan surhat ya blog-nya, aih. Ternyata saya memang butuh penyaluran biar enggak stress.
Sampai minggu terakhir November ini sudah melalui pencapaian apa saja yaa, yaudah sekalian cek-mericek yuk.
1. Vendor Salon dan Dekorasi
Beberapa waktu lalu sudah clear dan fix menggunakan salah satu salon yang berada di kecamatan kota. Sudah deal harga dan alhamdulillah dp salon sudah. Segala yang berhubungan dengan persalonan, entah untuk pengantin dan lainnya sudah tercover dengan jelas. Ada beberapa teman yang tanya, temanya warna apa, yes i answered BLUE. Kenapa biru? Sebenarnya dari awal sedikit bingung mau pakai warna tema apa, namun karena mas cami pengen memakai jas kesatuan dan lebih condong pada warna biru, so dipilihlah nuansa biru. Untuk kebaya yang saya kenakan jelas dong warna biru, ada kombinasi gold. Sudah pernah fitting beberapa baju yang ada nuansa biru sih, tapi yang paling fresh dan cocok ya warna biru gold karena kami memakai gebyog putih. Foto-foto fitting baju, ada sih, nanti deh pas review aja postingnya. 😂 . Intinya masalah makeup, kebaya pengantin, kebaya ortu dan camer, kebaya buat among tamu, kebaya pembagi souvenir dan penjaga buku tamu sudah done. Awalnya saya ingin pake warna peach, ceritanya karena baret si abang warna jingga, kan nyambung tuh. Bagus sebenarnya, tapi setelah liat foto yang make warna peach keliatan pucet, yasudah ya bye bye warna peach.
Nyambung sama salon adalah dekorasi. Ada beberapa teman yang nanya, dekornya jadi satu sama salon atau vendor sendiri? Saya jawab, jadi satu sama salon. Kenapa gitu, jadi karena dari kami sendiri ingin yang simple, enggak ribet harus membicarakan dengan vendor lain. Dan cukup puas sih sama contoh dekor gebyog putih dari salon yang kami pilih. Simple elegant. Karena memang dari awal kami mau yang sederhana, dan memang enggak banyak maunya sih dari kami. Karena ya, meskipun sekali seumur hidup namun tetap kami enggak meribetkan harus begini begitu. Mungkin kami ini termasuk capeng yang santai dan enggak rewel masalah ini. Yang saya pengen sebenernya pake karpet biru, tapi si ibu punyanya sih karpet merah, ah yaweslah enggak apa-apa. Toh itu enggak akan mengurangi esensi dari kesakralan resepsi nanti.
2. All About Akad Nikah dan Temu Panggih
Untuk riasan dan dekorasi akad nikah kami memakai salon yang sama. Insha Allah nanti digelar di rumah. Ada janji ibu perias nih yang belum ditepati, survey tempat buat dekorasi nanti, jadi memperkirakan berapa meter gebyog yang dibawa.
Soal baju akad, hiks, belum dijahitkan. Masih galau mau dijahitkan dimana, yang jelas enggak ribet kok nanti modelnya. Warnanya warna SNI akad nikah, haha. Putih tulang. Mas cami nanti insha Allah pake beskap warna senada dari salon. Untuk ortu dan besan pakai warna gold. Kenapa gold, karena manis dipakai aja sih. Matching sama warna putih tulang. Udah ah jangan tanya kenapa lagi. Hehe.
Untuk baju temu panggih atau temu mantennya, masih galau. Maunya pakai baju akad itu saja biar enggak ribet (dasar manten malas,hehe), tapi kepikiran juga sih mau pakai beludru hitam khas paes ageng, huhu...itu idaman banget kan, secara kepengenan dari awal baju itu. Next deh, dibicarain lagi sama mas cami.
Untuk masalah konsumsi, insha Allah sudah fix. Direview deh nanti-nanti.
Untuk soal persyaratan seperti surat N1 dkk serta foto, insha Allah mulai nyari pertengahan bulan Desember atau awal Januari, sekalian bikin SKCK buat syarat untuk pengajuan nikah ke kesatuan.
3. Catering
Done untuk menu dan order menu gubukan. Untuk menu buffet sudah dibicarain dengan vendor, namun belum deal masalah harga. Akhir tahun boo, mau ganti tahun harga-harga bahan baku ikutan ganti boo. Alat-alat prasmanan, oke fix sudah siap tinggal diangkut.
4. Souvenir
Sudah selesai pengepakan sejak sebulanan lalu. Tinggal pasang kartu ucapan aja. Aih, enggak sabar kerja rodi lagi saya. Hehe
5. Undangan
Satu lagi vendor percetakan undangan yang saya datengin. Frescho di Jalan Pramuka, pas belakangnya Putra Sala Group. Saya nanya banyak dan dijelasin sama Mbak Evi singkat padat namun informatif sekali. Kemungkinan besar jadi pakai vendor ini. Saya enggak janji ke mbak evi mau dateng lagi tapi saya berjanji dalam hati, kalau foto prewed sudah selesai editing langsung cuz di mari. Biar papa sama mama enggak ribet nanyain kapan pesen undangan. Karena ya, pengennya undangan itu kesebar ke saudara jauh beberapa minggu sebelum acara. Karena dari kami sendiri kan juga butuh waktu dan perencanaan yang1 tepat kapan mau sowan.
Biarpun masalah undangan belum fix, label nama undangan malah sudah fix. Tinggal nambahin satu dua yang ketinggalan doang. Kemarin sih pas2 nanya ke mbak evi buat label nama nambah 200rupiah/nama. Tapi untuk satu itu udah saya handle sendiri. Gampang sekali ternyata, hehe. Lumayan nyimpen 200 rupiah dikalikan berratus-ratus undangan. Hehe
6. Prewedding Photoshot
Jadwalnya sih pada minggu-minggu ini. Tungguin deh, pasti saya share di sini beberapa yang oke deh. Bismillah.
7. Dokumentasi Acara
Sudah bisa ditebak dong kami make siapa, hehe. Sudah deal-deal-an. Tapi belum kasih depe. Hehe. Kita kan friends ya, kalau enggak jadi make, boleh deh ke rumah.
8. Souvenir Panitia
Sudah disiapkan dengan cantik, disimpan rapi deh sekarang.
9. Mahar dan Seserahan
Kemarin sudah tanya soal pesan mahar, ya ampun mihil boo di sekitar Madiun barat. Belum hunting harga lagi karena belum sempat. Sudah cazcizcuz nanya yang nemu di IG, dibalas dan belum ada tindak lanjut dari kami.
Untuk seserahan, belum ada sama sekali yang dipersiapkan, hehe. Nantilah mendekati hari H.
10. Gedung
Sampai lupa kalau gedung sudah fix. Tinggal nglunasin, harga naik pula 😂.
11. Hiburan
Ya Allah hampir lupa, ini juga belum sama sekali dihandle. Pucing pala belbi 😭.
12. Ngunduh Mantu
Sedikit banyak membahas acara dengan bumer. Insha Allah nuansa tosca karena, karena bumer udah beli kain buat beliau dan mama warna tosca. Kami yang enggak ribet, mengikutilah yaaa. Never mind. Acaranya gimana next kami bicarakan lagi.
13. Administrasi Persyaratan Pengajuan Nikah
Sedikit demi sedikit diurus. Semoga dimudahkan sampai selesai. Aamiin.
14. Susunan Panitia
Sudah dibentuk sama papa, dibikin enggak ribet. Dibikin sederhana. Dibikin bukan seperti ada jabatan tapi lebih kepada job description.
15. Hunian
Ada yang belum sama sekali saya ceritakan di blog ini. iya soal hunian. Alhamdulillah memang sudah ada hunian untuk kami tinggal setelahnya nanti. Sudah mulai touch up finishing. Bismillah. Bismillah. Bismillah.
16. Etc
Apa lagi ya, itu dulu ya. List yang harus difollow up sudah saya rinci di Note Henpon. Banyak sholawat deh demi kelancaran. Aamiin.
Khawatir
Menemukan tulisan tersebut di salah satu forum menulis di saat saya sedang khawatir rasanya sangat pas sekali pagi ini. Pas karena saya sedang bosan dan lelah hidup dengan kekhawatiran. Kekhawatiran yang entahlah membuat saya susah tidur dan susah makan akhir-akhir ini, atau mungkin sudah beberapa bulan terakhir ini. Kekhawatiran yang bukan tanpa alasan, kekhawatiran yang ya, rasanya ingin saya bekukan dalam freezer dengan suhu minus berlipat-lipat. Kekhawatiran yang menjadikan rasa was-was dan cemas tak berkesudahan. Kekhawatiran yang muncul di hati, ingin sekali meretas, namun tak kuasa untuk mengucap. Kekhawatiran yang muncul, menggerogoti setiap jeda waktu yang saya punya. Menggerogoti segala ruang berpikir saya yang semakin sempit menurut saya. Sungguh, saya lelah dengan segala kekhawatiran ini.
Teori tutup mata, tutup telinga memang tidak sesulit prakteknya. Prakteknya sungguh sulit, sungguh membikin hati dan pikiran remuk redam untuk sekedar kembali duduk dengan manis. Saya rasa posisi duduk saya sudah tidak karuan. Saya rasa untuk kembali duduk manis saja masih susah. Iya, saya benci kekhawatiran ini. Sangat benci. Manusiawi bukan jika saya membenci kekhawatiran ini?
Tidak ada jalan lain selain menghadapi dengan penuh senyum. Tidak ada jalan lain selain kembali membenahi posisi duduk lalu membuang jauh segala bentuk kekhawatiran ini. Tahukah kamu, saya khawatir karena memang sangat khawatir. Sangat was-was. Lalu, apa yang bisa saya lakukan? Hold and hug me please, dear.
